Sunday, October 14, 2012

Mengapa saya memakai Andorid ?

Mengapa saya memakai Andorid ? Ini pertanyaan yang orang sering tanyakan, dan seperti kita tahu perang penggemmar IOS (Apple) dan Android seru luar biasa di Internet baik dalam ulasan di berbagai Web maupun Forum. Untuk saya pribadi yang tidak pernah berubah adalah IOS hanya dipakai apple, sehingga Apple adalah IOS, IOS adalah operating system yang hanya dipakai oleh apple , kondisi ini ada untungnya ada tidaknya. Produk Apple hingga detik ini pun selalu membuat saya dan banyak membuat orang berdecak kagum karena bentuk dan kualitasnya (perangkat kerasnya), saya pemilik IPOD Classic 5th Gen (2005) dan ITOUCH 3rd Gen (2009), hingga dipenghujung 2012 ini masih berjalan dengan baik dan belum mengalami battery drop. Hingga saat inipun ITOUCH 3rd Gen saya bisa diupdate hingga IOS 6, dari sudut pandang saya sebagai pemakai casual tidak banyak perubahan yang terjadi, kecuali pengelompokan icon app, SIRI ? saya tidak senang pakai voice command, karena aneh menurut saya dan mau diiklan kaya apa juga voice command hingga saat ini belum seperti harapan.Saya juga pernah melakukan jailbreak menginstall app bajakan tentunya, sekarang tidak lagi tentunya, karena ada alasan yang akan saya ceritakan dibawah.

Selain bicara soal perangkat kerasnya, Apple didesain untuk bekerja sesuai dengan pola yg diinginkan, contoh : mau mengcopy lagu ? masukan lagu di library Itunes dulu, baru di sync atau copy ke IPOD, ITOUCH ataupun IPHONE. Masalah Ekosistem, ada 2 hal lagi yang unggul, ITUNES store memang memiliki lebih banyak Apliaksi (App) , dan Appnya lebih berkualitas, ekosistem perangkat penunjang seperti speaker dan lain2 juga lebih banyak. Keunggulan ekosistem pada dasarnya karena Apple/IOS lebih dulu lahir.

Sekarang menjawab pertanyaan Android, perlu dipahami Android adalah OS / Operating system, tidak seperti halnya IOS, perangkat keras android memiliki berbagai macam merek, Android merupakan open source OS yang dimiliki Google dan dikembangkan bersama dengan OHA (Open Handset Alliance, http://www.openhandsetalliance.com ) , OHA terakhir memiliki 84 anggota, terdiri dari pabrik semikonduktor, perangkat lunak, perangkat keras, penyedia jasa jaringan, untuk merek yang dikenal antara lain Samsung, HTC, Sony, LG, hingga merek dari China seperti Huawei, ZTE, INTEL, NVIDIA.

Preferensi saya memakai perangkat keras berbasis Andorid adalah : (saya tidak melakukan Root)

1. Pilihan Harga dan Kualitas, tidak seperti halnya IOS, android memberi banyak pilihan merek perangkat keras, saya dapat bebas memilih sesuai kondisi keuangan saya, masing-masing merek mengembangkan android dengan tambahan fitur, seperti HTC memiliki HTC Sense atau Samsung dengan TouchWiz nya, (Amazon Kindle Fire HD pun memakai android sebagai basis OSnya tetapi sudah dimodifikasi secara mendalam) namun semuanya memiliki benang merah yang sama. Ekosistem perangkat penunjang berkualitas memang lebih sulit karena diversifikasi perangkat, namun versi murahnya jadi lebih banyak. Dengan standar Micro USB dapat dipastikan ekosistem perangkat penunjang akan berkembang pesat, dan untuk yang suka musik beberapa perangkat HTC sudah menunjang perangkat keras Beats (karena mereka punya saham perusahaannya), sehingga buat yg demen bass perangkat headphone atau earphone Beats by Dr Dre tertunjang dengan baik. 

2. Aplikasi gratis dan lebih murah, saya berusaha untuk tidak memakai aplikasi bajakan “sebanyak mungkin” , pelanggaran hak cipta itu pada dasarnya salah, utk smartphone saya masih mampu berkat android. Aplikasi di android lebih banyak gratisnya dibandingkan dengan IOS (bahkan untuk aplikasi yg sama), berdasarkan informasi per Q2 2012 60% aplikasi di Itunes Store (IOS) adalah aplikasi bayar sedangkan di Google Play (Android) hanya 30%. Hal ini dimungkinkan karena bisnis model Google adalah iklan, aplikasi di android banyak yang gratis karena menayangkan iklan, walau beberapa aplikasi yg sama juga menawarkan versi bayar dengan menghapus iklan dan fungsi tambahan, tetapi pilihannya ada pada anda sendiri. Selain banyak yang gratis Aplikasi di android lebih murah , dapat diperiksa aplikasi yg sama (dari developer yg sama dgn nama yg sama, fungsi yg sama) harganya lebih murah di Google Play. Google Play pastinya juga lebih agresif mengadakan promosi harga.

3. Kebebasan “copy & paste” , semua perangkat berbasis android ketika dihubungkan dengan komputer akan terlihat dan beroperasi seperti layaknya USB Flashdisk, mau memasukan file apapun , termasuk musik, film, tinggal “copy & paste”, android memiliki aplikasi yang dapat memutar hampir semua jenis film dan musik yang gratis. Tidak pelu lagi konversi file musik atau film.

4. Dapat dihubungkan dengan alat2 USB, dengan USB OTG (On The Go , dgn harga 30-50rb rupiah) maka USB Flashdisk dapat dibaca lewat file explorer (ada beberapa aplikasi, saya memakai Astro), fungsi nya sama seperti ketika menghubungkannya dengan notebook/PC . USB OTG juga dapat menunjang mouse hingga keyboard (contoh paling praktis memakai unifying Logitech), Hardisk Eksternal juga dapat ditunjang bila memakai USB POWER HUB.

 5. Android dapat menjalankan fungsi yang sama seperti IOS, walau masing2 memiliki perbedaan keunggulan. Fungsi didapatkan dari aplikasi, perlu dipahami Android memulai debutnya di tahun 2010, sehingga dari segi kuantitas kalah (10-15%) dan kualitas aplikasi secara keseluruhan masih dibawah IOS, namun pertanyaannya adalah : Berapa banyak aplikasi yang sebetulnya kita pakai? Biasanya kita akan memakai hanya beberapa puluh aplikasi saja dari pembuat aplikasi yang terkemuka, dan saya bisa pastikan yang ada di IOS juga ada di Android dan kualitasnya juga sama, artinya bicara kuantitas dan kualitas aplikasi menjadi tidak relevan pada saat ini (2012), terutama dari sudut pandang aplikasi yang dipakai. dapat dipastikan semakin dewasanya sistem Android, maka aplikasi semakin tersedia banyak (walau pembuat aplikasi masih sering terkendala karena diversifikasi perangkat keras android maupun model bisnis iklannya) , dan faktanya tidak dapat dielakkan Q2 2012 60% smartphone memakai sistem android (40%nya merek Samsung) dan IOS hanya 18,8%. Singkat kata selama anda memakai produk dengan merek unggulan kendala ‘kualitas’ aplikasi tidak menjadi masalah, karena mereka pembuat aplikasi akan berusaha menyelaraskan programnya dengan perangkat keras unggulan.

Demikianlah alasan mengapa saat ini saya pribadi memilih Android ketimbang IOS. Bagi yang memiliki preferensi penggunaan yang sama dengan saya yakin Android lebih mengakomodasi dibandingkan IOS.

Tuesday, September 25, 2012

One for all, all for one Contact !

1 hal yang saya sukai dari Blackberry adalah backup & transisi kontaknya, sehingga perpindahan ke unit Blackberry yg lain sangat mudah, karena saya ingat sekali pada saat saya memindahkan kontak dari Sony Ericsson ada beberapa tahapan yang saya lalui untuk memindahkannya, prosesnya membuang waktu cukup lama. Ketika saya memakai Android , saya menemukan fitur kontak yg menyenangkan, semua kontak dapat disimpan di Gmail contact dan di sinkronisasi dengan HP yang kita gunakan, semua Android dapat memakai kontak yg berada di Gmail contact, fungsi sinkronisasi juga dapat diaktifkan, sehingga ketika memasukan data baru di Android maka Gmail Contact juga terupdate. Yang paling menyenangkan adalah sebagai pengguna Blackberry saya dapat melakukan nya dengan aplikasi “Google Sync”, program ini dapat didownload lewat browser blackberry ke m.google.com/sync indahnya semua dilakukan secara OTA (on the air), pastikan saja anda berada di tempat yang sinyalnya baik. Bagi pengguna CDMA seperti saya juga, fitur sinkronisasi ke Gmail ini menjadi sangat menarik, seperti diketahui HP CDMA cenderung murah dan fiturnya tidak baik (walaupun yg bermerek) sehingga memindahkan kontak merupakan hal yg tidak mudah, bila ingin ganti HP CDMA, menggunakan HP berbasis Android merupakan langkah terbaik, karena selain saat ini sudah ada beberapa HP android berbasis CDMA yang harganya dibawah 1 juta rupiah, fungsi search contact di Android sangat memudahkan pencarian nama , karena dapat mengambil bagian dari tengah dari nama. Pengguna IOS (Iphone) pun dapat melakukan sync dengan Gmail contact, dengan aplikasi “Contacts Sync for Google Gmail” , namun app ini tidak gratis , harganya 2,99 USD , utk yang gratis menggunakan google sync, namun ada beberapa masalah silakan di baca di http://goo.gl/gaTKf Pengguna Nokia utk seri2 seperti C3 sudah dapat melakukan google sync juga, petunjuk step by stepnya ada di http://goo.gl/QcRoh Maka hanya dengan memaintain Gmail contact, maka semua HP kita dapat terupdate , yang pernah kehilangan HP dengan ratusan kontak dan belum di backup pasti paham kesulitannya, dengan menaruh seluruh kontak di Gmail contact, kehilangan HP walau sakit tidak menyebabkan kita kehilangan kontak koneksi kita yang jauh lebih berharga.